ACEH TENGGARA – Menunggu tubuh bermasalah baru mencari pertolongan bukan pilihan terbaik. Mengenali potensi gangguan sejak awal justru memberi peluang lebih besar untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih berat.
Pesan itu disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Lawe Dua, Rika Liskandra, S.Farm., Apt., saat menjadi narasumber dalam sosialisasi bagi ibu hamil dan lanjut usia (lansia) yang digelar Pemerintah Desa Rikit Bur I di Balai Desa Rikit Bur I, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (7/9/2026).
Di hadapan peserta, Rika mengajak warga tidak hanya berorientasi pada pengobatan ketika keluhan muncul. Menurutnya, mengenali faktor risiko, menjaga kebiasaan sehari-hari, dan melakukan pemeriksaan secara berkala merupakan bagian dari langkah antisipasi.
“Jangan menunggu sakit. Kenali risikonya dan lakukan pemeriksaan sejak dini,” tegas Rika.
Bagi ibu hamil, perhatian diarahkan pada pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal, pemenuhan asupan bergizi, kebersihan diri, aktivitas yang sehat, hingga kemampuan mengenali tanda-tanda bahaya selama masa kehamilan.
Rika mengingatkan bahwa kondisi kehamilan dapat berubah seiring waktu. Karena itu, setiap perubahan yang dirasakan tidak sepatutnya diabaikan dan perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis, terutama apabila muncul tanda yang mengkhawatirkan.
Sementara untuk kelompok lansia, pembahasan mencakup cara mempertahankan kebugaran, mengenali faktor pemicu penyakit, memilih makanan yang lebih seimbang, serta tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing.
Para peserta juga didorong untuk lebih peka terhadap perubahan pada tubuh. Keluhan yang muncul secara berulang maupun perubahan kondisi yang tidak biasa sebaiknya segera disampaikan kepada petugas kesehatan agar dapat ditindaklanjuti.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga untuk memperoleh penjelasan langsung dan memahami langkah yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan keluarga.
Keterlibatan Pemerintah Desa Rikit Bur I menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi hingga ke tingkat kampung. Sinergi antara desa dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu membangun kebiasaan warga yang lebih sadar terhadap pencegahan.
UPTD Puskesmas Lawe Dua pun terus mendorong pendekatan promotif dan preventif melalui penyuluhan serta pelayanan yang mendekatkan tenaga kesehatan dengan masyarakat.
Deteksi lebih awal bukan sekadar mengetahui adanya risiko, tetapi menjadi langkah pertama untuk mengambil tindakan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
( G2NR )




































