Menyalagaes.com, Kutacane — Tak menunggu lama! Pasca banjir melanda Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, UPTD Puskesmas Perawatan Biak Muli langsung bergerak cepat dengan membuka Posko Kesehatan bagi masyarakat terdampak, Selasa (22/9/2026).
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pelayanan kesehatan pascabanjir yang terjadi akibat meningkatnya debit aliran Sungai Lawe Kinga dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Mewakili Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Biak Muli,Vera Wahyuni.Amd.Keb. tenaga kesehatan diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses pemeriksaan serta pelayanan kesehatan.
Sejumlah warga mulai mendatangi Posko Kesehatan untuk memeriksakan kondisi mereka. Beberapa keluhan yang ditangani petugas di antaranya batuk, demam, gatal-gatal, serta sejumlah gangguan kesehatan lainnya yang dikeluhkan warga setelah banjir.
“Posko kesehatan ini merupakan bentuk respons cepat kami kepada masyarakat terdampak banjir.Kami berupaya memastikan warga tetap mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dengan mudah,” ujar pihak UPTD Puskesmas Perawatan Biak Muli kepada Media Menyala Gaes.
Selain memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, tenaga medis juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko penyakit pascabanjir.
Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air yang bersih dan aman untuk dikonsumsi, memastikan makanan tetap higienis, serta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam, batuk, gatal-gatal, diare, atau keluhan kesehatan lainnya.
Gerak cepat tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pascabanjir.
Kehadiran Posko Kesehatan di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu warga memperoleh pelayanan secara cepat sekaligus mencegah munculnya gangguan kesehatan yang lebih serius selama masa pemulihan.
UPTD Puskesmas Perawatan Biak Muli menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang terdampak banjir.
Pascabanjir bukan berarti kewaspadaan berakhir. Air boleh surut, tetapi perhatian terhadap kesehatan masyarakat harus terus berlanjut.
Kesehatan warga tetap menjadi prioritas.
( Jusmahda )




































