Kutacane – Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) melakukan peninjauan lapangan terhadap potensi pengembangan komoditas kakao di Desa Kute Kuning 2 dan Desa Cinta Damai, Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas kakao rakyat melalui pengembangan perkebunan yang berkelanjutan.

Program nasional Ditjenbun saat ini memang memprioritaskan peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, dan hilirisasi komoditas kakao.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Kute Kuning 2 Zulkifli, SP, menyampaikan bahwa kakao merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki prospek besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun demikian, sebagian besar tanaman kakao yang dimiliki petani saat ini merupakan tanaman hibrida berumur tua dengan produktivitas yang mulai menurun sehingga memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Cinta Damai Idham Khalid, S.Pd., M.Pd., berharap hasil kunjungan Ditjenbun Kementan RI dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan program bantuan peremajaan tanaman, penyediaan bibit unggul, serta pendampingan teknis bagi para petani.
Menurutnya, potensi lahan yang tersedia masih sangat luas dan mampu dikembangkan menjadi sentra produksi kakao di Aceh Tenggara.
Kegiatan peninjauan tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Desa Likat Jefri,SKM, sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antar wilayah dalam memperkuat sektor perkebunan. Kehadiran para kepala desa menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong kemajuan sektor kakao sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat pedesaan.
Tim Ditjenbun Kementan RI melakukan peninjauan langsung ke sejumlah areal perkebunan guna melihat kondisi tanaman, sistem budidaya, serta berbagai tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Hasil peninjauan ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan program pengembangan kakao yang lebih tepat sasaran.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pengembangan kakao di Aceh Tenggara diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, serta pendapatan petani.
Dengan dukungan program peremajaan dan hilirisasi yang terus didorong Kementerian Pertanian, komoditas kakao diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
( EDI GAYO )




































