Ribuan Warga Padati Lapangan Bupati, Pawai Akbar 1 Muharram dan HUT ke-52 Aceh Tenggara Berlangsung Meriah

Jusmahda

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:13 WIB

50135 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Suasana Kota Kutacane tampak berbeda dari biasanya. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Aceh Tenggara memadati Lapangan Kantor Bupati untuk mengikuti Pawai Akbar Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sekaligus Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara, yang berlangsung meriah, penuh semangat, dan sarat nilai-nilai religius.

Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Upacara Kantor Bupati telah dipenuhi peserta yang datang dari berbagai kecamatan. Deretan santri dan santriwati dari sejumlah pesantren, pelajar tingkat SD, SMP, SMA/sederajat, serta masyarakat umum tampak antusias mengikuti kegiatan yang menjadi salah satu agenda terbesar dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Islam dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Tenggara.

Lautan manusia yang memadati lokasi kegiatan menciptakan pemandangan yang begitu mengesankan. Berbagai atribut Islami, spanduk bernuansa dakwah, serta lantunan shalawat yang menggema menambah khidmat suasana. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman masih sangat kuat di Bumi Sepakat Segenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Aceh Tenggara, M. Salim Fakhry, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas partisipasi masyarakat yang begitu luar biasa. Menurutnya, kehadiran ribuan warga dari berbagai kalangan menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperingati perjalanan panjang pembangunan daerah.

“Peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju perubahan yang lebih baik. Semangat hijrah harus kita jadikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat Aceh Tenggara,” ujar Bupati di hadapan ribuan peserta.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para santri, santriwati, dan pelajar yang hadir dalam jumlah besar. Menurutnya, generasi muda merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan daerah.

“Tahun Baru Islam mengajarkan kita tentang hijrah, tentang perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Saya berharap para santri, santriwati, dan pelajar dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu membawa Aceh Tenggara menjadi daerah yang lebih maju di masa depan,” katanya.

Kemeriahan pawai semakin terasa ketika para peserta menampilkan berbagai kreasi dan penampilan bernuansa Islami. Barisan peserta yang tertib dan penuh semangat mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memenuhi sepanjang rute pawai. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam mereka.

Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Kabupaten Aceh Tenggara yang kini memasuki usia ke-52 tahun.

Momentum peringatan Tahun Baru Islam dan Hari Jadi Kabupaten Aceh Tenggara kali ini diharapkan menjadi penguat semangat seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi mendukung pembangunan daerah. Dengan kebersamaan yang kokoh, Aceh Tenggara diyakini mampu terus berkembang menjadi kabupaten yang maju, religius, sejahtera, dan berdaya saing.

Pawai Akbar yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kegembiraan tersebut menjadi bukti bahwa semangat persatuan masyarakat Aceh Tenggara tetap terjaga. Ribuan warga yang hadir tidak hanya merayakan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menunjukkan optimisme bersama untuk menyongsong masa depan Aceh Tenggara yang lebih gemilang.

( Redaksi )

Berita Terkait

Zaki Selian Mengucapkan Selamat Atas Pernikahan Al-Kahfi Dan Putri Sarah Anak Bupati Aceh Tenggara 
Heboh di Desa Kuning I Bambel, Material Pengerukan Banjir Jembatan Kuning I Diduga Dijual Mengatasnamakan Desa, Pemilik Tanah Hanya Kebagian Lumpur
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha
Bawa Tim KPLP dan Medis Saat Jemput Buron Sakit, Kalapas Kutacane Dipertanyakan Kenapa Ical Tetap Tewas Sehari Setelahnya
Relawan Prabowo Buka Suara, Jembatan Kuning I Terus Picu Banjir: BPJN Aceh dan Kementerian PUPR Didesak Bertindak
Jembatan Diduga Terlalu Rendah, Jalan Nasional Berulang Kali Terendam: Sampai Kapan Warga Jadi Korban?
Skandal Bantuan Rusak Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara, 6 dari 18 Alat Berat Mati Total di Saat Jalan Amblas
Jalan Nasional di Aceh Tenggara Lumpuh Diterjang Banjir Tanpa Hujan, Warga Desa Kuning 1 Teriak Minta Tolong ke Gubernur Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:43 WIB

Dua Disita Ratusan Masih Menggila, Penindakan PETI di Nagan Raya Dinilai Belum Sentuh Jantung Masalah

Berita Terbaru