Aceh Tenggara — Upaya memutus mata rantai penularan Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat. Memasuki hari ke-4, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara bersama UPTD Puskesmas Perawatan Kutambaru kembali bergerak melakukan penemuan kasus TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Desa Lawe Rutung, dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Tim kesehatan turun langsung melakukan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini TBC.
Komitmen Nyata, Deteksi Dini Diperkuat
Kepala UPTD Puskesmas Perawatan Kutambaru, Nurafni Desky, SKM, bersama jajaran tenaga kesehatan menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan penemuan kasus secara aktif dan memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan serta penanganan kesehatan yang tepat.
Komitmen tersebut tidak hanya berfokus pada menemukan kasus, tetapi juga mendorong masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan dan memahami pentingnya menyelesaikan pengobatan apabila terdiagnosis TBC.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.
“Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh.”
Bersama Bergerak, Bersama Cegah TBC
Kegiatan penemuan kasus TBC terintegrasi CKG 2026 menjadi langkah konkret dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Kabupaten Aceh Tenggara.

Dinas Kesehatan Aceh Tenggara bersama UPTD Puskesmas Perawatan Kutambaru menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan, deteksi dini, edukasi, serta tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kenali gejalanya. Deteksi sejak dini. Dapatkan pengobatan. Selesaikan sampai sembuh.
( RED )




































