Polda Aceh dan Distanbun Aceh Tanam Bawang Putih di Aceh Tengah, Dukung Swasembada Pangan 2029

Jusmahda

- Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:40 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melaksanakan penanaman bawang putih serentak sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Kampung Paya Tungel, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (19/8/2026), dan diikuti Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, yang mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir Kepala Dinas Pangan Aceh Surya Reyendra, Kabid Hortikultura Distanbun Aceh Ir. Chairil Anwar, MP, Bupati Aceh Tengah Hailil Yoga, Wakil Bupati Muchsin Hasan, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., MH, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah Nasrun Liwanza, unsur Forkopimda, kelompok tani serta masyarakat setempat.

Penanaman tersebut terhubung secara virtual dengan kegiatan serupa di 14 provinsi yang dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian, Menko Pangan, Ketua Komisi IV DPR RI serta jajaran pemerintah pusat dan Polri.

Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Polri dalam memperluas penanaman bawang putih di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya swasembada bawang putih pada 2029. Tahun ini, Kementerian Pertanian menargetkan dukungan penanaman melalui Polri mencapai sekitar 4.840 hektare secara nasional.

Usai mengikuti kegiatan secara daring, Kapolda Aceh bersama Plt. Kadistanbun Aceh, Bupati Aceh Tengah dan para tamu undangan melakukan penanaman secara langsung di lahan pertanian Kampung Paya Tungel.

Di lokasi tersebut, pengembangan bawang putih disiapkan pada lahan sekitar 1,75 hektare. Untuk tahap penanaman serentak, lahan yang digunakan mencapai 1.250 meter persegi dengan bibit sebanyak 10 kilogram varietas Lumbu Hijau yang berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tengah. Pengembangan lahan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan.

Plt. Kadistanbun Aceh Azanuddin Kurnia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat pada 2029.

“Kita harus mulai dari sekarang, walaupun tantangan tetap ada. Hampir di semua provinsi masih menghadapi kendala ketersediaan bibit bawang putih. Untuk itu kita berharap Kementerian Pertanian dapat memperbanyak produksi bibit melalui para penangkar yang memang menjadi sentra bawang putih, seperti di NTB, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.

Menurut Azanuddin, ketersediaan bibit menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan komoditas bawang putih. Jika kebutuhan bibit dapat terpenuhi, maka proses pengembangan di tingkat petani akan lebih mudah dilakukan.

Ia menjelaskan, produksi bawang putih di Aceh selama ini masih terbatas karena dipengaruhi kondisi iklim dan agroklimat. Bawang putih idealnya dibudidayakan pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Artinya hanya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues yang cocok dengan ketinggian tersebut. Untuk itu kami mengimbau rekan-rekan dinas kabupaten setempat agar dapat berupaya maksimal dan membantu petani,” katanya.

Azanuddin juga meminta agar proses CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) yang telah dilakukan bersama Kementerian Pertanian terus dikawal sehingga program dapat terlaksana hingga selesai. Untuk tahun ini, Kementerian Pertanian merencanakan pengembangan sekitar 22 hektare bawang putih di kawasan dataran tinggi Gayo.

Selain bawang putih, Azanuddin memaparkan perkembangan sejumlah komoditas hortikultura di Aceh. Berdasarkan data 2025, produksi bawang merah mencapai 132.815,5 kuintal dengan produktivitas 107,3 kuintal per hektare dan luas lahan 1.237,3 hektare.

Sementara produksi cabai merah mencapai 1.842.242,7 kuintal dengan produktivitas 178,3 kuintal per hektare dan luas lahan 10.334,76 hektare.

Ia menyebut Aceh masih mendatangkan bawang putih dan bawang merah dari luar daerah, sedangkan untuk komoditas cabai merah Aceh telah mengalami surplus.

Menurutnya, selain meningkatkan produksi, ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi konsumen juga menjadi tantangan karena komoditas hortikultura tersebut turut memengaruhi inflasi di Aceh.

“Kita berharap bersama instansi terkait dan seluruh komponen yang ada, bagaimana kita bisa menjaga ketersediaan dan harga tetap stabil sehingga inflasi paling tidak bisa terjaga,” ujar Azanuddin.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan bahwa pengembangan bawang putih di Aceh Tengah tidak hanya menjadi bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Pengembangan komoditas bawang putih di Aceh Tengah diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan, membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, serta menjadi salah satu model percontohan pertanian terpadu yang berkelanjutan,” ujar Ruddi.

Kapolda menambahkan, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberdayakan kelompok tani.

Selain kegiatan penanaman, kunjungan Kapolda Aceh juga dirangkai dengan kegiatan sosial. Sebanyak 500 paket bantuan sosial disalurkan kepada masyarakat kurang mampu serta korban kebakaran di Kampung Jeget Ayu.

Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, gula pasir, telur dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Polda Aceh melalui Polres Aceh Tengah juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Gerai kesehatan yang dipimpin Kabiddokkes Polda Aceh Kombes Pol. dr. Dafianto Arief memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan medis kepada warga setempat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat, tidak hanya dalam mewujudkan ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan serta pelayanan sosial bagi masyarakat di daerah.

( RED )

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 00:42 WIB

PPWI Ogan Ilir Datangi BPK Sumsel, Tantang Kejelasan Larangan Sekolah Bermitra dengan Media

Minggu, 13 September 2026 - 03:23 WIB

Diduga Minim Sosialisasi, Aktivitas PT SKC di Wawowonua Dipertanyakan Warga

Rabu, 2 September 2026 - 14:19 WIB

Negara Kalah Cepat? Ketua GWI Desak Polda dan Pemkot Cilegon Tindak Tambang Diduga Ilegal di Ciwandan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:45 WIB

SWI Kota Subulussalam Tegaskan Anggota di Lapangan Bekerja untuk Fungsi Kontrol Sosial, Bukan Mencari Masalah

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:12 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:26 WIB

Kapolres Binjai Perkuat Sinergi dengan Lapas Kelas IIA Binjai, Dukung Pembinaan dan Keamanan Pemasyarakatan

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02 WIB

Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri, Libatkan Tim Gabungan Lapas, Kanwil, dan Kepolisian

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:52 WIB

Andar Amin Harahap Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Strategis ATR/BPN untuk Atasi Sengketa Agraria

Berita Terbaru