Kapolres Agara Lepas Karnaval Budaya, Warna-Warni Tradisi Semarakkan Hari Jadi Ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara

MENYALA GAES

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 00:28 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Kutacane – Suara sorak peserta, dentuman musik tradisional, serta ragam busana adat yang penuh warna menghiasi jalanan Kota Kutacane, Rabu (24/6/2026). Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah begitu terasa saat Karnaval Budaya dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara resmi dilepas.
‎
‎Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.15 WIB tersebut dipusatkan di halaman Kantor Bupati Aceh Tenggara, Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam. Pelepasan peserta karnaval dilakukan langsung oleh Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.I.K. yang sekaligus memberikan semangat kepada seluruh kontingen agar menampilkan yang terbaik dalam perayaan budaya tahunan tersebut.
‎
‎Layaknya sungai budaya yang mengalir membawa kisah dan identitas masyarakat Alas, ribuan pasang mata menyaksikan iring-iringan peserta yang bergerak dari titik start di Kantor Bupati menuju Lapangan Jenderal Ahmad Yani. Di lokasi finis, para peserta disambut hangat oleh Bupati Aceh Tenggara, unsur Forkopimda, serta dewan juri yang siap memberikan penilaian terhadap penampilan masing-masing kontingen.
‎
‎Sebanyak 16 kontingen yang merepresentasikan 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara turut ambil bagian dalam karnaval ini. Berbagai kreasi budaya, seni tradisional, hingga atraksi khas daerah ditampilkan dengan penuh semangat sebagai wujud kecintaan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
‎
‎Tidak hanya itu, unsur OPD, instansi vertikal, BUMD, perbankan, TNI, dan Polri juga turut memeriahkan kegiatan. Polres Aceh Tenggara bahkan menjadi salah satu peserta yang ikut menampilkan kreativitas dan semangat kebersamaan dalam balutan nuansa budaya daerah.
‎
‎Dalam momentum tersebut, Kapolres Aceh Tenggara mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara sebagai sarana mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan.
‎
‎”Mari kita isi peringatan Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara dengan kegiatan-kegiatan positif. Jadikan momentum ini sebagai wadah memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, serta bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan,” ujar Kapolres.
‎
‎Setibanya di garis finis, setiap kontingen menampilkan yel-yel kebanggaan kelompok. Sorak semangat, kekompakan, dan kreativitas peserta menjadi daya tarik tersendiri yang mengundang tepuk tangan masyarakat yang memadati area Lapangan Ahmad Yani.
‎
‎Karnaval Budaya ini tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Aceh Tenggara selama 52 tahun. Melalui penampilan budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan, generasi muda diajak untuk semakin mencintai, melestarikan, dan membanggakan identitas daerahnya.
‎
‎Peringatan Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara tahun ini menjadi bukti bahwa kemajuan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Aceh Tenggara terus menjaga akar tradisinya sebagai fondasi kebersamaan dan kebanggaan daerah.
‎
‎Adapun para juara Karnaval Budaya akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara yang akan dilaksanakan pada 26 Juni 2026 mendatang (*)

Berita Terkait

Zaki Selian Mengucapkan Selamat Atas Pernikahan Al-Kahfi Dan Putri Sarah Anak Bupati Aceh Tenggara 
Heboh di Desa Kuning I Bambel, Material Pengerukan Banjir Jembatan Kuning I Diduga Dijual Mengatasnamakan Desa, Pemilik Tanah Hanya Kebagian Lumpur
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha
Bawa Tim KPLP dan Medis Saat Jemput Buron Sakit, Kalapas Kutacane Dipertanyakan Kenapa Ical Tetap Tewas Sehari Setelahnya
Relawan Prabowo Buka Suara, Jembatan Kuning I Terus Picu Banjir: BPJN Aceh dan Kementerian PUPR Didesak Bertindak
Jembatan Diduga Terlalu Rendah, Jalan Nasional Berulang Kali Terendam: Sampai Kapan Warga Jadi Korban?
Skandal Bantuan Rusak Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara, 6 dari 18 Alat Berat Mati Total di Saat Jalan Amblas
Jalan Nasional di Aceh Tenggara Lumpuh Diterjang Banjir Tanpa Hujan, Warga Desa Kuning 1 Teriak Minta Tolong ke Gubernur Jawa Barat

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:43 WIB

Dua Disita Ratusan Masih Menggila, Penindakan PETI di Nagan Raya Dinilai Belum Sentuh Jantung Masalah

Berita Terbaru