Banda Aceh | Menyala Gaes – Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh yang juga Sekretaris Komisi VII DPRA, Yahdi Hasan, mengajak seluruh ayah di Aceh untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan anak melalui Gerakan “Ayah Mengantar Anak Pertama Masuk Sekolah”. Menurutnya, langkah sederhana tersebut merupakan investasi besar dalam membentuk karakter dan masa depan generasi Aceh.
Gerakan yang diinisiasi Pemerintah Aceh melalui arahan Gubernur Aceh dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu dinilai bukan sekadar seremoni hari pertama sekolah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi simbol kuatnya keterlibatan keluarga, khususnya sosok ayah, dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dini.
“Program Ayah Mengantar Anak Pertama Masuk Sekolah adalah program yang sangat kami dukung. Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan dan masa depan anak menuju kesuksesan. Momen ini akan menjadi kenangan indah bagi anak dan memotivasi mereka untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu,” ujar Yahdi Hasan.
Menurut Yahdi, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas guru dan sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh perhatian serta keterlibatan orang tua di rumah.
Kehadiran ayah pada momen penting di awal perjalanan pendidikan anak diyakini mampu membangun rasa percaya diri, memberikan ketenangan, serta menumbuhkan semangat belajar yang lebih tinggi.
Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi Aceh yang cerdas, berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki daya saing.
Yahdi juga mengajak masyarakat agar tidak menjadikan gerakan tersebut sebagai kegiatan sesaat, melainkan membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak.
“Mari kita terus menggalakkan dan membudayakan program Ayah Mengantar Anak Pertama Masuk Sekolah. Peran orang tua sangat penting bagi keberhasilan anak dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” tegas politisi Partai Aceh itu.
Sebagai Sekretaris Komisi VII DPRA yang membidangi agama, kekhususan, dan keistimewaan Aceh, Yahdi berharap Gerakan “Ayah Hebat, Anak Senang” terus diperkuat di seluruh wilayah Aceh melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Ia meyakini, semakin kuat keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan, semakin besar pula peluang lahirnya generasi Aceh yang unggul, berintegritas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
( RED )


































