Burhan Alpin Desak Presiden Agar Mengesahkan RUU Pembentukan Provinsi ALA dan ABAS

Jusmahda

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:54 WIB

5031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Koordinator Kaukus Nusantara pemekaran daerah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS).

Tuntutan tersebut disampaikan langsung oleh Burhan Alpin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA).

Desakan itu mencuat setelah Burhan Alpin melihat perkembangan situasi di Aceh yang dinilai mencoreng wajah bangsa. Peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang seharusnya berlangsung khidmat, mendadak berubah menjadi rusuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecam Pengusiran Wakapolda dan Penurunan Merah Putih, Burhan Alpin mengungkapkan kegeramannya atas aksi anarkis yang terjadi di tempat ibadah. Ia menilai insiden tersebut memperlihatkan lemahnya bangsa ini dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Malu kita di mata nasional dan dunia melihat bagaimana lemahnya bangsa ini dalam menjaga keutuhan NKRI. Wakapolda Aceh diusir dari tempat mulia Masjid Raya Baiturrahman.

Kejadian ini memancing keributan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) melalui aksi menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera GAM yang jelas-jelas sudah dilarang pemerintah,” ujar Burhan Alpin dengan nada geram saat dihubungi awak media, Sabtu (15/08/2026).

Desak Ketegasan Presiden Prabowo Menjelang Hari Kemerdekaan mengingat insiden ini terjadi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Alpin meminta ketegasan dari pucuk pimpinan negara.

Dan ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah konkret agar gejolak serupa tidak terus berulang.

“Kami meminta dan mendesak dengan tegas agar Presiden Prabowo berani bersikap tegas. Ini sudah sangat memalukan di saat menjelang bangsa ini memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus nanti. Jika dibiarkan, Aceh akan tetap berteriak merdeka lagi,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar dari konflik yang berkepanjangan, Alpin menawarkan opsi pemekaran wilayah yang diklaim sudah diperjuangkan masyarakat arus bawah sejak puluhan tahun lalu.

“Kami menawarkan jalan tengah yang sudah puluhan tahun diperjuangkan sejak tahun 1999, yaitu agar Aceh segera dimekarkan demi menjaga agar NKRI tetap utuh. Atau, apakah harus menunggu kami dari ALA dan ABAS untuk ikut-ikutan meminta merdeka?” tegas Alpin.

Kritik Ketidakadilan Ketatapan pusat dan daerah Lebih lanjut, Alpin menilai adanya ketimpangan pembangunan dan perhatian, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terhadap wilayah pedalaman serta pesisir barat selatan Aceh.

Jarak geografis yang jauh dan perbedaan adat istiadat menjadi alasan kuat mengapa pemekaran ini sudah bersifat darurat.

“Pemerintah Pusat dinilai tidak adil terhadap Provinsi Aceh sejak dulu, dan Pemerintah Provinsi lebih tidak adil lagi terhadap pemerintah kabupaten di wilayah kami di pedalaman dan pesisir barat selatan.

Karena rentang kendali yang sangat jauh serta adat istiadat yang berbeda, sudah sewajar dan selayaknya Pemerintah Pusat segera mengesahkan RUU tersebut sebelum Aceh lepas dan Indonesia bubar,” jelasnya.

Ia juga membandingkan kebijakan pemerintah pusat di wilayah lain, seperti Papua, yang dinilai jauh lebih mudah mendapatkan status pemekaran daerah tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

“Kenapa daerah lain seperti Papua bisa dipecah menjadi beberapa provinsi tanpa permintaan masyarakatnya dan tanpa syarat yang lengkap? Tapi ketika kami diperlakukan tidak adil oleh pusat dan provinsi, Jakarta diam saja.

Haruskah kami pun ikut teriak merdeka, atau mekarkan Aceh sekarang juga!” pungkas Alpin menutup pernyataannya.

( RED )

Berita Terkait

Mendagri Dukung Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon Pascabanjir, Tekankan Keterbukaan Anggaran
Dari Bencana Menuju Aceh Baru, Safrizal ZA Ungkap Progres Besar Pemulihan dan Anggaran Rp58,9 Triliun
Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan
Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Yahdi Hasan Serukan Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah: Investasi Kecil, Dampak Besar bagi Masa Depan Aceh
Pembenahan PT PEMA Terus Berjalan, Warisan Persoalan Masa Lalu Diselesaikan Secara Bertahap
Pengadaan Tanah Jalan Jantho–Keumala Diduga Belum Tuntas, Konsultasi Publik Masih Digelar Hingga 2026
Di Balik Sukses HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo Jadi Simbol Kekompakan dan Semangat Pengabdian
PW FAST RESPON DPW ACEH Resmi Sampaikan Ucapan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Yahdi Hasan Ramud dan Mat Budiman Meriahkan Street Mancing Kuta Bantil

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Anggota DPR Aceh Yahdi Hasan Ramud dan Kepala PDAM Tirta AGara Mat Budiman, Hadiri Street Mancing di Desa Kuta Bantil

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadir di Tengah Putra-Putri Terbaik Aceh Tenggara, Paskibraka Resmi Dikukuhkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Warga Aceh tenggara saksikan dan Padati Grasstrack memperebutkan tropy Muslim Ayub 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:21 WIB

Kapolsek Bambel Intensifkan Patroli Malam, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:08 WIB

Subuh Keliling dan Jumat Curhat, Kapolres Aceh Tenggara Hadir di Tengah Masyarakat Desa Lembah Alas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Pastikan Jajaran Siap Bertugas, Kapolres Aceh Tenggara Cek Kesiapan Mako Polsek Semadam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Desa Cantik Aceh Tenggara: Membangun Desa Lebih Baik Dimulai dari Data yang Akurat

Berita Terbaru