Kutacane – Menjelang Pemilihan Pengulu Kute (Pilpengkute) serentak Kabupaten Aceh Tenggara pada November 2026, dinamika pencalonan mulai mengemuka di sejumlah kute. Salah satunya Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, dengan munculnya nama Dodi Syah Putra, A.MK yang menyatakan kesiapan untuk maju sebagai bakal calon pengulu kute.
Kepada media ini, Selasa (01/09/2026), Dodi menyampaikan visi yang akan dibawanya, yakni “Transparansi administrasi menuju tata kelola desa yang baik dan efisien.”
Menurutnya, pemerintahan kute harus dikelola secara terbuka, tertib dan bertanggung jawab. Transparansi administrasi dinilai penting untuk memastikan pelayanan masyarakat berjalan efektif sekaligus memberikan kejelasan dalam pengelolaan pemerintahan.
Untuk mendukung visi tersebut, Dodi menawarkan enam misi, yakni meningkatkan transparansi pelayanan, membenahi administrasi pemerintahan, menginventarisasi aset kute, mendorong pemberdayaan masyarakat, menjalankan tugas secara bertanggung jawab, serta memperkuat solidaritas dan gotong royong warga.
Dodi menilai pembangunan Kuta Buluh tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Penguatan pelayanan publik, penataan administrasi, pengelolaan aset dan keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerintahan kute yang lebih baik.
“Pemerintahan harus hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Administrasi harus tertib, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dodi.
Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan positif di Kuta Buluh, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam pembangunan.
Dodi menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilpengkute sesuai ketentuan yang berlaku dan menyerahkan keputusan akhir kepada masyarakat Kuta Buluh melalui proses pemilihan yang demokratis.
Sebagai catatan, Dodi saat ini masih berstatus bakal calon. Penetapan calon resmi tetap menunggu tahapan dan keputusan panitia pemilihan sesuai ketentuan Pilpengkute 2026.




































