KUTACANE — Sebanyak 130 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gunung Leuser (FKIP-UGL) resmi dilepas untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun 2026. Pelepasan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna UGL, Senin.
Pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa calon pendidik untuk menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan ke dunia pendidikan secara langsung.
Kegiatan itu dihadiri Rektor UGL Dr. H. Indra Utama, M.Pd., Sekretaris Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser (YPGL) Ir. M. Sragafa, M.Pd., M.Si., jajaran rektorat, pimpinan fakultas, serta dosen pembimbing lapangan.
Para mahasiswa akan ditempatkan di 21 sekolah mitra untuk menjalani PPL selama kurang lebih dua bulan, terhitung mulai 31 Agustus hingga akhir Oktober 2026.
Rektor: Jangan Sekadar Mengajar, Jadilah Pendidik yang Menginspirasi
Dalam arahannya, Rektor UGL Dr. H. Indra Utama menegaskan bahwa PPL bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan, membangun karakter, serta mengasah profesionalisme sebagai calon guru.
“PPL ini adalah muara dari seluruh teori yang telah dipelajari di bangku kuliah. Jadilah pendidik yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menginspirasi, membangun karakter, dan beradaptasi dengan dinamika sekolah modern,” pesan Rektor.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi digital dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pengalaman selama menjalani PPL harus menjadi bekal penting untuk membentuk calon guru yang profesional, visioner, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
“Bawa semangat inovasi digital dan jaga integritas serta almamater UGL di mana pun berada. Manfaatkan dua bulan ini sebagai batu pijakan untuk menempa kapasitas diri menjadi guru profesional yang visioner,” tegasnya.
YPGL: Buktikan Calon Lulusan UGL Mampu Membawa Perubahan
Sementara itu, Sekretaris Umum YPGL Ir. M. Sragafa, M.Pd., M.Si., secara simbolis melepas 130 mahasiswa FKIP UGL untuk melaksanakan tugas PPL tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa yayasan memberikan dukungan penuh terhadap proses pembentukan kualitas mahasiswa sebagai calon alumni UGL.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, hari ini sebanyak 130 mahasiswa FKIP UGL secara resmi kami lepas untuk melaksanakan PPL tahun 2026. Yayasan Pendidikan Gunung Leuser sepenuhnya mendukung penuh langkah adik-adik sekalian,” ujarnya.
Ia berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kedisiplinan, etika, tanggung jawab, dan nama baik almamater selama berada di sekolah mitra.
“Tunjukkan bahwa calon lulusan UGL memiliki disiplin tinggi, dedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara,” tegasnya.
Dua Bulan Pengabdian, 21 Sekolah Menanti
Dengan bekal pembekalan akademik, teknologi, serta motivasi dari pimpinan universitas dan yayasan, 130 mahasiswa FKIP UGL kini memasuki fase pengabdian nyata.
Mereka akan berhadapan langsung dengan lingkungan sekolah, peserta didik, guru, serta berbagai dinamika pembelajaran yang selama ini dipelajari secara teoritis di kampus.
PPL 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang praktik mengajar, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, beradaptasi, berinovasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara.
Dari kampus menuju sekolah, dari teori menuju praktik. 130 calon pendidik FKIP UGL kini siap membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari mampu melahirkan karya dan perubahan nyata.
(DENI AFFALDI)




































