Aksi Mogok Buruh PT Asia Palma Memanas, Dugaan Intimidasi Oknum Seret Aparat dalam Konflik

MENYALA GAES

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 01:16 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh PT Asia Palma sejak Kamis, 30 Juli 2026, berubah menjadi tontonan ketegangan dan intervensi yang tak terduga. Mogok massal yang dimotori Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI) itu awalnya digelar untuk menuntut keadilan atas keputusan sepihak manajemen perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 13 orang anggota SBAI tanpa alasan yang jelas, serta dianggap melanggar kesepakatan tertulis pada aksi mogok sebelumnya.

Kondisi di lingkungan perusahaan semakin panas saat memasuki hari kedua pada Jumat, 31 Juli 2026. Di tengah aksi buruh, muncul dugaan PT Asia Palma tetap menjalankan produksi dengan merekrut tenaga kerja non-SBAI untuk menggantikan buruh yang tengah mogok. Langkah ini memancing kemarahan buruh, terutama ketika mereka mendapatkan tekanan yang tidak semestinya.

Ketegangan memuncak saat sejumlah buruh yang memprotes kebijakan pengganti tenaga kerja didatangi oknum berseragam TNI. Para buruh mengaku mendapatkan ancaman lisan dari oknum tersebut, bahkan sampai ada pertanyaan mengenai alamat rumah salah satu peserta aksi. Ucapan bernada intimidasi itulah yang langsung membuat situasi memanas dan para buruh merasa hak-haknya sebagai pekerja tidak hanya diabaikan, tetapi juga terancam secara personal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merasa situasi keluar dari koridor penyelesaian industrial, buruh segera melapor ke pengurus Dewan Pimpinan Pusat Federasi Buruh Transportasi dan Pekerja Indonesia (DPP-FBTPI). Respons cepat diberikan, dengan pengurus federasi langsung menemui oknum TNI yang terlibat untuk menuntut klarifikasi. Perselisihan sempat memanas hingga terjadi cekcok antara kedua belah pihak, sebelum akhirnya berhasil diredam setelah oknum TNI bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para buruh. Proses penyelesaian kemudian disepakati dilakukan secara kekeluargaan.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam tentang tata kelola hubungan industrial di Indonesia. Penanganan perselisihan ketenagakerjaan idealnya dilakukan melalui jalur tripartit yang melibatkan perusahaan, buruh, dan pemerintah, bukan melalui intervensi aparatur pihak keamanan di luar kewenangannya. Insiden di PT Asia Palma menambah catatan penting bahwa hak-hak pekerja dalam memperjuangkan nasib di ruang demokrasi harus dilindungi, bukan justru diintimidasi.

Saat ini, perhatian tertuju pada konsistensi penerapan hukum ketenagakerjaan dan perlindungan hak konstitusional buruh. Berbagai pihak mendesak agar setiap konflik industrial dipastikan berjalan di koridor hukum yang berlaku, serta menilai perlu evaluasi dan pengawasan lebih serius terhadap aparat yang bertugas di lingkungan sipil, agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang yang dapat mencederai keadilan industrial di Tanah Air. (*)

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Presiden Labeli Wartawan Sebagai Londo Ireng, Kasihhati : Preseden Buruk, Berpotensi Memicu Intimidasi Jurnalis
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
PW GP Al Washliyah : Jika Eks Jampidsus Diistimewakan, Kepercayaan Publik terhadap Hukum Bisa Runtuh
Berani lawan Judol dan Pinjol, DPR RI Yasonna H. Laoly Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Desak Kemkomdigi Usut Tuntas
Kecam Pernyataan Hotman Paris: Jangan Bangun Narasi yang Membingungkan Publik
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Fahd El Fouz Arafiq: Jangan Coba Ganggu Bahlil, Ormas dan Laskar Golkar Siap Berdiri di Garda Terdepan

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Perang Melawan Narkoba, Kapolres Aceh Tenggara Tegaskan Satresnarkoba Harus Bergerak Hingga ke Akar Jaringan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Edi Susanto Harapkan Rehabilitasi Kantor dan Motor Trail Jadi Prioritas UPTD KPH Wilayah VIII Aceh Unit IX Aceh Tenggara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:48 WIB

UPTD Puskesmas Lawe Dua Gencarkan Imunisasi di Desa Sebudi Jaya dan Kerukunan, Wujudkan Generasi Sehat dan Terlindungi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:44 WIB

UPTD Puskesmas Lawe Dua Tingkatkan Pelayanan PTM bagi Dewasa dan Lansia, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:04 WIB

UPTD Puskesmas Lawe Dua Kawal Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing di Desa Sebudi Jaya, Pastikan Tepat Sasaran Demi Tumbuh Kembang Anak

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Narapidana Kabur dari Lapas Kelas IIB Kutacane, Petugas Berhasil Menangkap Kembali

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Sinergi Polisi dan Masyarakat Berbuah Hasil, Seorang Penyalahgunaan Sabu Kembali Terungkap

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:56 WIB

DPPKB Aceh Tenggara Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Gandeng LSM WGAB

Berita Terbaru