Banjir Mengancam, Pemerintah Sibuk Keruk Sungai, LSM Tipikor Pertanyakan Kualitas Penanganan

Jusmahda

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:21 WIB

50100 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyalagaes.com, Kutacane — Penanganan ancaman banjir melalui kegiatan normalisasi sungai di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, menjadi perhatian. Kegiatan yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh tersebut diminta tidak hanya berorientasi pada pengerukan sungai, tetapi juga harus memperhatikan pengamanan tebing yang rawan tergerus arus.

Sorotan tersebut disampaikan Kanda Jupri Yadhi R kepada media Menyala Gaes, Minggu (1/11/2026). Ia menilai, normalisasi sungai yang hanya mengandalkan pengerukan tanpa disertai penguatan tebing menggunakan konstruksi beronjong pada titik-titik rawan berpotensi tidak memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat.

Menurut Jupri, pengerukan memang dapat membantu memperlancar aliran air dan meningkatkan kapasitas sungai. Namun, apabila kondisi tebing yang rentan terkikis tidak ditangani secara tepat, ancaman kerusakan dapat kembali terjadi ketika debit air meningkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau hanya keruk-mengeruk tanpa disertai pengamanan tebing dengan beronjong di titik yang membutuhkan, hasilnya dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Hari ini dikeruk, beberapa waktu kemudian rusak lagi. Pemerintah harus berpikir jauh ke depan agar anggaran negara tidak terbuang untuk pekerjaan yang manfaatnya tidak maksimal,” tegas Jupri.

Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan sungai, terutama menyangkut perencanaan, metode pelaksanaan, serta kesesuaian pekerjaan dengan kondisi geografis dan karakteristik aliran sungai di lapangan.

Menurutnya, penanganan ancaman banjir tidak boleh sekadar mengejar penyelesaian pekerjaan fisik. Lebih dari itu, setiap kegiatan harus memiliki manfaat nyata dalam mengurangi risiko banjir dan melindungi permukiman masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.

Jupri meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya BWS Sumatera I dan pihak terkait, memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar kajian teknis normalisasi tersebut.

Beberapa hal yang dinilai perlu dijelaskan antara lain apakah metode pengerukan telah didasarkan pada kajian teknis, bagaimana kondisi tebing sungai di lokasi pekerjaan, serta apakah pemasangan beronjong atau bentuk perlindungan tebing lainnya telah dipertimbangkan pada titik-titik yang dinilai rawan.

Selain aspek teknis, ia turut mengingatkan pentingnya transparansi dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara. Setiap pekerjaan penanganan sungai harus dilaksanakan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai masyarakat terus dihantui ancaman banjir, sementara anggaran terus dikeluarkan untuk pekerjaan yang hasilnya tidak bertahan lama. Jangan sampai pula ada oknum yang memanfaatkan kegiatan seperti ini untuk kepentingan pribadi. Uang yang digunakan adalah uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah tidak menjadikan normalisasi sungai sebatas kegiatan rutin pengerukan dan pemindahan material. Diperlukan perencanaan terpadu yang mempertimbangkan kapasitas sungai, kondisi tebing, potensi gerusan, serta kebutuhan perlindungan di kawasan rawan banjir.

Masyarakat membutuhkan perlindungan nyata, bukan sekadar melihat alat berat bekerja di sungai. Karena itu, evaluasi teknis, transparansi anggaran, dan pengawasan pelaksanaan menjadi hal penting agar penanganan sungai benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, media Menyala Gaes membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi BWS Sumatera I, BPJN Aceh, serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara guna memberikan penjelasan terkait perencanaan dan pelaksanaan kegiatan normalisasi sungai tersebut.(TIM)

Berita Terkait

KAPOLRES ACEH TENGGARA DIWAKILI OLEH WAKAPOLRES HADIR DALAM MINGGU KASIH, PERERAT KEBERSAMAAN DENGAN UMAT KATOLIK
Cegah Kecelakaan dan Gangguan Kamtibmas, Satlantas Polres Aceh Tenggara Gelar Patroli Malam
Zaki Selian Mengucapkan Selamat Atas Pernikahan Al-Kahfi Dan Putri Sarah Anak Bupati Aceh Tenggara 
Heboh di Desa Kuning I Bambel, Material Pengerukan Banjir Jembatan Kuning I Diduga Dijual Mengatasnamakan Desa, Pemilik Tanah Hanya Kebagian Lumpur
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Jumat Keliling di Masjid Al-Hustha
Bawa Tim KPLP dan Medis Saat Jemput Buron Sakit, Kalapas Kutacane Dipertanyakan Kenapa Ical Tetap Tewas Sehari Setelahnya
Relawan Prabowo Buka Suara, Jembatan Kuning I Terus Picu Banjir: BPJN Aceh dan Kementerian PUPR Didesak Bertindak
Jembatan Diduga Terlalu Rendah, Jalan Nasional Berulang Kali Terendam: Sampai Kapan Warga Jadi Korban?

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kapolres Bireuen Gelar Subuh Keliling, Ajak Masyarakat Cegah Narkoba, Bullying dan Hindari Judol

Jumat, 18 September 2026 - 00:45 WIB

Pocil Binaan Polres Bireuen Ikuti Lomba Polisi Cilik Tingkat Jajaran Polda Aceh Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Kamis, 17 September 2026 - 23:32 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Donor Darah Milad Ke-60 Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Kamis, 17 September 2026 - 01:47 WIB

Hari Jadi ke-78 Polwan, Kapolres Bireuen Dorong Personel Tingkatkan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

Kamis, 17 September 2026 - 00:30 WIB

Kapolres Bireuen Apresiasi Kesadaran Masyarakat Manfaatkan 110 untuk Laporan Keamanan dan Ketertiban

Rabu, 16 September 2026 - 01:18 WIB

Polres Bireuen Tingkatkan Patroli di SPBU, Personel Pantau Ketertiban Kendaraan dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Senin, 14 September 2026 - 22:26 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru UMMAH

Berita Terbaru