ACEH TENGGARA — Memperingati Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67 Tahun 2026, SMA Negeri 1 Badar Kabupaten Aceh Tenggara menggelar serangkaian kegiatan positif yang melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, sekaligus menjadi momentum bagi SMAN 1 Badar untuk membangun karakter peserta didik melalui pendidikan, kepedulian lingkungan, penguatan nilai keagamaan, serta pelestarian seni dan budaya daerah.
Kepala SMAN 1 Badar, Hadian Munthe, S.Pd., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan diarahkan agar Hardikda tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter dan kepedulian siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, memahami nilai-nilai agama, serta mencintai budaya daerah,” ujar Hadian.
GOTONG ROYONG DAN PEDULI LINGKUNGAN
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dan masjid di sekitar sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan budaya hidup bersih sekaligus membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan. Semangat kebersihan juga diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar terhindar dari berbagai persoalan dan bencana yang dipicu oleh lingkungan yang tidak terawat.
“Anak-anak kita harus dibiasakan menjaga kebersihan, baik lingkungan sekolah maupun tempat ibadah. Kebersihan merupakan bagian dari iman,” tegas Hadian.
Selain gotong royong, SMAN 1 Badar juga melanjutkan program ASRI Dinas Pendidikan Aceh melalui penanaman pohon buah, di antaranya mangga dan cempedak unggul.
Penanaman pohon tersebut diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bentuk nyata keterlibatan siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
UPACARA HARDIKDA DAN REFLEKSI SEJARAH PENDIDIKAN ACEH
Puncak peringatan Hardikda Aceh ke-67 di SMAN 1 Badar ditandai dengan pelaksanaan upacara pada Rabu, 2 September 2026.
Upacara tersebut menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengenang perjuangan para tokoh pendidikan Aceh pada masa lalu yang telah meletakkan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan di Aceh.
Hadian menilai generasi muda perlu memahami sejarah agar memiliki semangat untuk meneruskan perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.
PERKUAT AKIDAH DAN AKHLAK MELALUI PERLOMBAAN
Rangkaian Hardikda juga diisi dengan berbagai perlombaan siswa, khususnya bidang keagamaan dan seni budaya.
Di bidang keagamaan, siswa mengikuti lomba Shalawat Nabi, hafalan surah pendek, serta ceramah atau kultum.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Hadian menegaskan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan akidah dan akhlak.
“Nilai tertinggi manusia adalah adanya peningkatan akidah dan akhlak. Ilmu pengetahuan dan teknologi tentu sangat penting, tetapi harus dibarengi dengan karakter yang baik,” katanya.
ANGKAT KEBERAGAMAN BUDAYA ACEH TENGGARA
Tidak kalah menarik, SMAN 1 Badar juga menggelar perlombaan kesenian daerah yang mengangkat keberagaman budaya dan etnis di Aceh Tenggara.
Para siswa diberikan ruang untuk menampilkan olah vokal dan lagu-lagu daerah, seperti lagu Alas, Batak, Gayo, Aceh, Jawa, serta berbagai kesenian lainnya.
Menurut Hadian, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau ajang kreativitas siswa. Lebih dari itu, perlombaan menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan budaya Aceh Tenggara yang dikenal memiliki keberagaman etnis dan seni.
“Ini bukan hanya untuk kegembiraan dan kreativitas siswa. Yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita mencintai budaya dan kesenian Aceh Tenggara yang sangat beragam. Ini juga menjadi ajang promosi budaya dan seni daerah,” ungkapnya.
KEPALA SEKOLAH: TERUS BERBENAH TANPA MEMBEBANI SISWA
Hadian Munthe yang belum genap satu tahun menjabat sebagai Kepala SMAN 1 Badar terus mendorong pembenahan sekolah, baik dari sisi akademik maupun pemenuhan sarana dan prasarana.
Dalam berbagai kegiatan sekolah, pihaknya berkomitmen memberikan dukungan kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa.
Hadian juga menegaskan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut diupayakan tidak membebani siswa dengan pungutan biaya.
“Kami berkomitmen mendukung kegiatan positif siswa dan guru tanpa harus memungut atau meminta biaya dari siswa,” tegasnya.
Ia berharap seluruh stakeholder, termasuk insan pers, dapat terus memberikan dukungan, kritik, dan masukan konstruktif demi kemajuan SMAN 1 Badar.
“Kami selalu terbuka menerima masukan dan berterima kasih kepada semua pihak untuk memajukan SMAN 1 Badar,” pungkas Hadian.
Hardikda Aceh ke-67 di SMAN 1 Badar pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan nilai akademik. Pendidikan juga tentang karakter, akhlak, kepedulian lingkungan, serta keberanian generasi muda menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah.
( DENI AFFALDI )




































