Menyalagaes.com, Banda Aceh – Di tengah bencana yang melanda dan berdampak pada kehidupan masyarakat, Sekretaris Komisi VII DPR Aceh, Yahdi Hasan, M.I.Kom., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial dan membantu warga yang sedang menghadapi musibah.
Ajakan tersebut disampaikan Yahdi bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia mengingatkan bahwa peringatan Maulid tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui akhlak dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata.
“Ketika saudara-saudara kita sedang menghadapi bencana, mari jangan hanya bersedih, tetapi hadir dan membantu sesuai kemampuan. Inilah salah satu bentuk nyata kita meneladani Rasulullah,” ujar Yahdi, Senin (14/9/2026).
Menurut Yahdi, kondisi bencana menjadi ujian bagi solidaritas dan kepedulian masyarakat. Karena itu, setiap orang diharapkan tidak menunggu memiliki kemampuan besar untuk memberikan bantuan.
Bantuan dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik berupa materi, tenaga, makanan, maupun dukungan moril kepada masyarakat terdampak bencana.
“Jangan menunggu kaya untuk membantu. Sedikit kepedulian yang diberikan dengan tulus dapat menjadi sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Ia menegaskan, Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan teladan tentang pentingnya kasih sayang, kesabaran, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang berada dalam kesulitan.
Nilai-nilai tersebut, kata Yahdi, harus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih ketika bencana menguji ketahanan dan kebersamaan masyarakat.
“Di tengah bencana yang menguji ketabahan kita hari ini, mari kembali mengingat Nabi Muhammad SAW, sosok yang mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan saling menolong saat sesama sedang dalam kesulitan,” ujarnya.
Yahdi juga mengingatkan bahwa penanganan dampak bencana bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan dan meringankan beban warga terdampak.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat menjadi penggerak lahirnya solidaritas sosial yang lebih kuat, sehingga masyarakat tidak hanya menyampaikan rasa prihatin, tetapi juga hadir melalui aksi nyata.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah. Yang lebih penting adalah bagaimana akhlak beliau kita hadirkan di tengah masyarakat, terutama ketika saudara-saudara kita sedang membutuhkan pertolongan,” tegas Yahdi.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian sebagai gerakan bersama, dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.
Pesan Yahdi Hasan menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan harapan besar bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Sebab, membantu sesama bukan soal seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa besar keinginan untuk hadir dan meringankan beban orang lain. (*)




































